Senin, 20 Desember 2010

Penetrasi Yahudi melalui Grup Bakrie

Penetrasi Yahudi melalui Grup Bakrie

Penguasaan kaum Yahudi atas ekonomi negeri ini terus berlanjut. Kali ini melalui Grup Bakrie

Penguasaan kaum Yahudi atas perekonomian negeri ini sudah berlangsung sejak 400 tahun lalu. Semuanya, tentu saja, dimulai oleh perusahaan multinasional tempo dulu, yakni Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur atau Perusahaan Hindia Timur Belanda) atau VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602, oleh� sejumlah pengusaha Yahudi Belanda. Direksi awal VOC sepenuhnya adalah orang Yahudi bergelar Coen, dan salah satunya yang paling terkenal di sini, yang pernah menjadi Gubernur Jenderal di Batavia, adalah J. Peterzoen Coen, yang dikenal sebagai "Mur Jangkung"

Dari waktu ke waktu penetrasi kaum Yahudi� di negeri ini terus terjadi, baik tersamar maupun secara kasat mata. Yang paling mutakhir adalah� masuknya Nathaniel Rothschild� (baca: Siapakah Rothschild?) melalui perusahaannya, Vallar PLC, yang baru saja bertukar guling saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), melalui PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR). Sebagaimana beritanya telah dilansir oleh detik.com, Rothschild dalam conference call-nya seperti dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (17/11/2010), menyatakan alasannya masuk ke Indonesia, "Karena aset-aset (batubara di Indonesia) secara signifikan jumlahnya lebih besar dan biayanya lebih rendah,"

Indonesia kini tercatat sebagai eksportir batubara terbesar di dunia dengan konsumen terbesar adalah dari pembangkit-pembangkit listrik. Rothschild selanjutnya ingin menjadikan perusahaan gabungannya dengan Bakrie itu sebagai pemasok terbesar dunia. Batu bara Indonesaia itu nantinya akan dipasokkan ke negeri Cina.

Pada tahun 2009, total impor batubara China mencapai 126 juta ton, atau melonjak hingga 3 kali lipat dibandingkan 2008. Selain batubara, Rothschild juga mengincar sejumlah bahan tambang berharga lain di Indonesia seperti tembaga, emas, bijih besi, timbal, molybdenum, seng. Rothschild berharap bisa mendapatkan bahan-bahan tambang itu dari anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yakni PT Bumi Resources Mineral (BRM).

Menurut detik.com, BNBR menandatangani perjanjian jual beli dengan Vallar Plc untuk melepaskan 5,2 miliar saham BUMI di Rp 2.500 untuk mendapatkan 90,1 juta saham baru Vallar, di mana BNBR akan menerima 50,5 juta saham baru di Vallar seharga GBP 10 per saham.

Rothschild juga mengambil alih 75% saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Harga akuisisi saham BRAU akan dilakukan pada Rp 540. PT Bukit Mutiara, anak usaha Recapital Advisors melepaskan 75% sahamnya di PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan akan memperoleh dana tunai Rp 6,596 triliun dan 24,9% saham Vallar Plc, perusahaan milik keluarga Rothschild. Usai transaksi ini, BNBR akan menjadi induk usaha Vallar Plc, sedangkan Vallar Plc akan menjadi pemegang 25% saham BUMI. Setelah transaksi, Vallar akan berganti nama menjadi Bumi Plc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar